05 September 2017•Update: 06 September 2017
Pizaro Gozali dan Shenny Fierdha
JAKARTA
Rencana sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar aksi bela Rohingya di Candi Borobudur, Jawa Tengah, akhirnya dibatalkan.
Pengumuman pembatalan aksi disampaikan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak, yang berkomunikasi secara intens dengan ormas dan laskar penyelenggara.
“Saya berbincang dengan teman-teman laskar dan ormas di Jawa tengah untuk tidak melakukan demonstrasi di Borobudur," ujar dia di Jakarta, Selasa.
Setelah berdiskusi, kata Dahnil, para laskar akhirnya mempertimbangkan permintaan pemuda Muhammadiyah dan memindahkan aksinya ke masjid. Sebagai jaminan, para laskar dan ormas meminta Dahnil untuk hadir.
“Acara akan digelar di Masjid Agung An-Nur, Magelang. Saya akan hadir,” terang dia.
Menurut Dahnil, animo masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap muslim Rohingya begitu tinggi. Namun Dahnil mengingatkan aksi solidaritas harus dilakukan dengan akhlak yang baik.
"Bukan menyudutkan kelompok tertentu atau menyudutkan Islam itu sendiri," ujar Dahnil.
Kapolri larang aksi
Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang massa menggelar aksi bela Rohingya di Candi Borobudur, Jawa Tengah, yang rencananya akan dilangsungkan Jumat ini.
"Saya sudah perintahkan Kapolda Jawa Tengah [Irjen Condro Kirono] untuk tidak mengizinkan aksi ini, untuk tidak menerima surat pemberitahuan [dari massa untuk gelar aksi]. Karena ini objek vital dan merupakan warisan dunia, bukan hanya milik Indonesia," kata Tito hari ini usai memimpin upacara serah terima jabatan 5 kapolda baru di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Menurut Tito, aksi protes maupun demonstrasi tidak perlu dilakukan karena pemerintah sudah mengambil tindakan merespon kekerasan terhadap Rohingya.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, kata Tito, sudah berangkat ke Myanmar pada Minggu guna mendiskusikan masalah ini dengan Myanmar. Presiden Joko Widodo pun telah meminta pemerintah Myanmar segera menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya.