Maria Elisa Hospita
31 Juli 2018•Update: 01 Agustus 2018
Omer Sut
IZMIR, Turki
Seorang pastor Amerika Serikat (AS) yang diduga terlibat aktivitas terorisme di Turki saat ini berupaya mengahiri masa tahanan dan larangan perjalanannya.
Seorang sumber dari pengadilan pada Senin mengungkapkan, Cem Halavurt, pengacara untuk Andrew Craig Brunson, telah mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang menempatkan Brunson sebagai tahanan rumah dan melarangnya bepergian ke luar negeri.
Dalam petisinya, Halavurt mengklaim bahwa "tidak ada unsur kejahatan" dalam data digital yang disita dari Pastor Brunson. Dia juga membantah kesaksian yang diberikan oleh para saksi dan menyebut kesaksian itu "absurd".
Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan sanksi berat ke Turki, kecuali Turki membebaskan Brunson.
Ankara telah menampik ancaman Trump dan menyebutnya sebagai upaya yang merongrong proses hukum dan pengadilan Turki. Ankara juga menegaskan bahwa semua orang harus mengikuti aturan.
Karena "masalah kesehatan", Pengadilan Izmir pekan lalu memutuskan untuk memindahkan Brunson dari penjara ke rumah.
Brunson telah ditahan sejak Desember 2016. Dia diduga berperan sebagai mata-mata untuk kelompok teror PKK dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), yang berada di balik percobaan kudeta Juli 2016 di Turki yang telah menyebabkan 251 orang tewas dan ribuan orang terluka.