Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Muhammet Emin Avundukluoglu
ANKARA
Pemimpin oposisi Turki Partai Gerakan Nasionalis (MHP) menuntut sebuah operasi terhadap teroris YPG/PKK di sisi timur Eufrat pada Selasa.
"Sisi timur sungai Eufrat seharusnya tidak lagi menjadi ancaman bagi Turki," kata Devlet Bahceli kepada kelompok parlementer partainya, Selasa.
Bahceli mengingatkan kembali soal operasi lintas batas Turki di Suriah - Operasi Perisai Eufrat dan Operas Ranting Zaitun.
Operasi Perisai Eufrat, yang dimulai pada Agustus 2016 dan berakhir pada Maret 2017, bertujuan untuk menghilangkan ancaman teroris di sepanjang perbatasan Turki dengan penggunaan Tentara Pembebasan Suriah yang didukung oleh artileri Turki dan pertahanan udara.
Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk memindahkan teroris YPG/PKK dan Daesh dari wilayah Afrin di Suriah barat laut. Pada 18 Maret, pasukan Turki dan anggota Tentara Pembebasan Suriah membebaskan kota Afrin.
"Operasi yang lebih kuat harus dilakukan terhadap YPG / PKK di sisi timur Eufrat," kata Bahceli.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK -- yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa -- telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Sementara YPG adalah cabangnya di Suriah.
Bahceli mengatakan bahwa Turki mampu melakukan operasi di sisi timur sungai Eufrat. "Ini adalah harapan bangsa Turki," tambah dia.
Pada Juni, pasukan Turki dan AS mulai berpatroli di Manbij, Suriah, sejalan dengan kesepakatan yang berfokus pada penarikan kelompok teror YPG yang berafiliasi dengan PKK dari kota Suriah utara untuk menstabilkan kawasan itu.