Bekir Omer Fansa
21 November 2022•Update: 23 November 2022
ADANA, Turkiye
Seorang wanita yang kehilangan anggota keluarganya dalam serangan teroris mematikan baru-baru ini di Istanbul menyatakan dukungannya terhadap operasi militer terbaru Turkiye melawan kelompok teroris PKK/YPG di utara Suriah dan Irak.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Mevludiye Meydan, yang mana suami dan putrinya berusia sembilan tahun menjadi korban serangan teroris, mengatakan Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu berjanji akan membalas dendamnya.
“Sudah seminggu sejak serangan di Istanbul. Saya tidak terlalu sehat, tapi setidaknya hari ini saya sedikit lega. Mengetahui bahwa telah dilakukan balas dendam putri saya dan suami saya telah melegakan saya sedikit.”
Turkiye melakukan operasi udara terhadap kelompok teror PKK/YPG di Suriah utara dan Irak utara, kata Kementerian Pertahanan Nasional pada Minggu pagi.
Operasi itu menyusul serangan teroris Minggu lalu di Jalan Avenue yang ramai di Istanbul yang menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan 81 lainnya luka-luka.
Pemerintah Turki mengatakan serangan itu dilakukan oleh organisasi teror PKK/YPG.
Polisi Turki pada hari Minggu menangkap dua orang yang dicurigai membantu masuknya pelaku pemboman Istanbul secara ilegal ke Turkiye minggu lalu serta Bilal Hassan, tersangka buronan dalam serangan itu.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye teror melawan Turkiye, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turkiye, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
YPG adalah cabang kelompok teroris PKK di Suriah.