Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
23 Desember 2018•Update: 24 Desember 2018
Oleh Ahmet Salih Alacaci
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menegaskan tidak ada yang mampu mencegah Ankara menghancurkan teroris di sebelah timur Sungai Eufrat, Suriah.
"Kami menaklukan lebih dari 4.000 teroris Daesh dalam (Operasi) Perisai Eufrat. Tidak ada yang dapat mencegah operasi Afrin; begitu juga tidak ada yang mampu mencegah kami dari menghancurkan teroris ini dan membersihkan sebelah timur Eufrat dari ancaman mereka," ujar Cavusoglu dalam sebuah konferensi bersama Menteri Luar Negeri Libya Mohamed Taher Siala.
Dua menteri luar negeri tersebut melakukan pertemuan di ibu kota Libya, Tripoli, di mana mereka mendiskusikan hubungan bilateral Turki-Libya dan bertukar pandangan mengenai perkembangan di kawasan dan dunia internasional.
Turki berencana melakukan operasi menumpas teroris di timur Eufrat, mengukuti kesuksesan pada dua operasi Turki sebelumnya di Suriah sejak 2016 --Operasi Perisai Eufrat dan Operasi Ranting Zaitun-- yang bertujuan untuk memberantas kelompok teror YPG/PKK dan Daesh dari perbatasan Turki.
PKK, yang memiliki cabang di Suriah bernama YPG, telah melancarkan aksi teror selama lebih dari 30 tahun kepada Turki.
PKK, yang masuk dalam daftar organisasi teror oleh Turki, A.S. dan Uni Eropa, bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.