Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
23 Desember 2018•Update: 23 Desember 2018
Ahmet Salih Alacaci
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki pada Sabtu menegaskan kembali dukungan Ankara untuk Libya dan usaha reformasi yang dilakukan utusan PBB.
"Kami mendukung proses politik yang diinisiasi dan dilalukan warga Libya," ujar Mevlut Cavusoglu dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Libya Mohamed Taher Siala.
Menteri Luar Negeri Turki dan Libya mengadakan pertemuan di Tripoli untuk membicarakan hubungan bilateral dan bertukar pandangan mengenai perkembangan di kawasan dan internasional.
Cavusoglu mengatakan Turki menolak intervensi negara asing terhadap Libya yang sedang dilanda perang dan tengah mempersiapkan pemilihan umum yang "adil, transparan dan demokratis".
Dia mengatakan Turki mengikuti langkah-langkah dan reformasi yang telah diambil Libya telah untuk memulihkan situasi ekonominya.
"Kami berusaha bersama untuk membangun hubungan bilateral dengan Libya. Kami akan menguatkan hubungan ekonomi. Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD1,5 miliar, dan kami akan meningkatkannya," ujar Cavusoglu.
Dia menekankan bahwa Turki secara khusus mendorong Libya menyelesaikan proyek energi yang dimulai sebelum perang terjadi pada 2011.
Menjawab pertanyaan dugaan adanya kapal muatan senjata dari Turki berlabuh di ibu kota Libya, Cavusoglu mengatakan dirinya telah mendiskusikan hal tersebut bersama Menlu Libya.
Dia menggarisbawahi bahwa kapal itu tidak menjadi masalah dan hanya senjata bongkaran yang ditemukan berada pada dua kontainer.
"Kami sangat sensitif dengan isu ini dan akan melakukan investigasi bersama mengenai hal ini," tambah Cavusoglu.
Dia mengatakan pertanyaan sama harus ditanyakan kepada negara-negara yang mengirimkan senjata berat dan artileri ke Libya dengan tujuan untuk "memecah Libya".