Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
23 Desember 2018•Update: 24 Desember 2018
Hasan Esen
PARIS
Perwakilan PKK/YPG mengunjungi Prancis pada Jumat untuk menekankan ancaman Daesh terhadap Eropa.
Dua deputi pimpinan Pasukan Demokratis Suriah, yang terafiliasi dengan PKK/YPG, Riad Darar dan Ilham Ahmad melakukan pembicaraan di Paris dengan beberapa pejabat Prancis terkait penarikan diri AS dari Suriah.
Mereka gagal untuk menemui Presiden Prancis Emmanuel Macron karena tidak membuat janji sebelumnya. Namun mereka dapat bertemu dengan penasihatnya.
"Kami menyampaikan perhatian kami atas penarikan diri AS dari Suriah untuk melawan Daesh," ujar Ahmad kepada surat kabar Prancis Le Monde.
Ahamad menambahkan bahwa mereka tahu setelah penarikan diri AS, Prancis akan melakukan hal sama.
Maka itu, Dia meminta dukungan Prancis untuk melawan operasi Turki di Suriah.
"Kami tidak dapat mengontrol tahanan kami. Kami memiliki ratusan tahanan teroris Daesh di sana. Kami semua takut mereka kabur dari penjara. Sekutu kami harus paham mengenai itu, jika kami kehilangan daerah kami karena penarikan pasukan yang dilakukan, kami tidak dapat terus menahan tahanan Daesh bersama kami," ujar dia.
"Pejabat Prancis memberitahu kami, mereka akan berusaha secara demokratis, tapi belum ada hal yang nyata," tambah Ahmad.
Pejabat Prancis mengatakan pada Kamis bahwa pasukan mereka tetap berada di Prancis setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan menarik pasukannya dari Suriah.
AS telah bekerja sama dengan YPG-PKK di Suriah untuk memberantas Daesh.
Turki melihat YPG sebagai cabang PKK di Suriah, sebuah kelompok yang ditetapkan sebagai teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan AS.
AS memulai serangan udara di Suriah pada 2014 dan menempatkan tentara di Suriah untuk memberantas Daesh satu tahun setelahnya.
Pengumuman Trump membuat banyak pihak terkejut setelah beberapa pejabat tinggi termasuk Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, bersikeras AS tidak akan menarik pasukannya hingga Iran keluar dari Suriah.
Keputusan tersebut diambil setelah Turki berencana memberantas YPG/PKK di sebelah timur laut Suriah.
Sejak 2016, Ankara telah melakukan dua operasi kontra-terorisme di utara Suriah.