Astudestra Ajengrastrı
30 Juli 2018•Update: 30 Juli 2018
Mahmut Atanur
KOTA COTABATO, Filipina
Moro Islamic Liberation Front (MILF) mengadakan pertemuan pada Minggu untuk mengevaluasi disahkannya undang-undang yang memberikan otonomi kepada warga Muslim Moro.
Ratusan ribu warga Muslim Moro berkumpul di Kamp Darapanan di Kota Cotabato untuk mendiskusikan Undang-Undang Bangsa Moro (BBL) yang telah disetujui oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Kamis pekan lalu.
Haji Murad Ebrahim, Ketua MILF, Ghadzali Jaafar, wakil ketua untuk urusan politik, dan Mohagher Iqbal, kepala komite informasi, berada di antara mereka yang memandu pertemuan ini.
Mereka menekankan kemajuan yang sudah mereka raih melalui BBL dan menyatakan kegembiraan atas berakhirnya konflik di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya setelah pertemuan tersebut, Ebrahim mengatakan bahwa kemajuan di bidang investasi dan ekonomi sangat penting untuk wilayah ini, dan mereka akan tetap berkerja sama dengan pemerintah pusat untuk isu-isu menyangkut kedua hal tersebut.
Dia berkata, usaha mengadakan referendum untuk mewujudkan BBL juga tak kalah penting.
Organisasi Kerja sama Islam (OKI) menyatakan menyambut baik kemajuan ini, dan berharap BBL akan "memberikan otonomi fiskal, pemerintahan daerah, parlemen, dan sistem pengadilan lebih baik" di wilayah tersebut.
"OKI berharap pencapaian masyarakat dan Pemerintahan Filipina ini akan membawa perdamaian dan kemakmuran, juga menambah persatuan di antara kelompok-kelompok Moro," ujar pernyataan yang dirilis OKI setelah BBL disetujui.
Pernyataan itu juga meminta masyarakat dan pemerintah untuk bekerja sama dalam mewujudkan keinginan Bangsamoro.
BBL menjamin adanya penambahan dalam ekonomi dan kekuasaan hukum untuk warga Muslim di Filipina, memberikan otonomi lebih kepada mereka yang tinggal di kepulauan di sekitar Mindanao, yang memiliki populasi Muslim besar.
Lebih dari 120.000 orang kehilangan nyawa dan sekitar dua juta orang menjadi pengungsi dalam konflik yang sudah berjalan selama 40 tahun antara pemerintah dan warga Moro.
Saat ini, populasi masyarakat Moro berjumlah sekitar 10 juta orang. Wilayah yang memiliki populasi Moro paling tinggi adalah Maguindanao, Lanao del Sur, Sulu, Tawi Tawi dan Basilan.