Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA
Setidaknya 25 orang tewas dalam pertempuran antara militan Moro dan kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) di propinsi Maguindanao di selatan Filipina.
20 korban jiwa adalah pemberontak dari kelompok Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF) dan Jamaatul Mujajideen Wal Ansar, lapor juru bicara militer Kolonel Gerry Besana seperti dikutip media Philippine News Agency.
5 anggota Bangsamoro Islamic Armed Forces (BIAF) dari kelompok MILF juga tewas dalam insiden itu, sementara 10 terluka dengan 3 dalam kondisi kritis dan sedang diberi perawatan di rumah sakit militer terdekat.
Besana mengatakan pertempuran mulai sejak Agustus lalu ketika para militan mencoba masuk wilayah MILF di desa Tee namun diusir.
Juru bicara MILF BIAF Von Al-Haq mengatakan dalam wawancara radio mereka akan memerangi grup itu hingga tumbang atau tidak lagi berada di wilayah MILF.
“Ini agar komunitas warga bebas dari teror, rasa takut, bahaya dan kemungkinan wilayah mereka dirusak oleh grup itu...Teroris adalah musuh manusia dan ideologi mereka tidak sesuai dengan ajaran Islam,” kata Al-Haq seperti dikutip Luwaran, situs resmi MILF.
MILF sendiri adalah kelompok pemberontak di selatan Filipina, mereka menandatangai persetujuan perdamaian dengan pemerintah Filipina pada Maret 201 namun belum melaksanakan sepenuhnya.
Militer Filipina berkerjasama dengan MILF dalam memerangi teroris terkait Daesh atau ISIS.
Seluruh pulau Mindanao, dimana propinsi Maguindanao berada, dalam keadaan darurat militer sejak 23 Mei hingga akhir tahun menyusul pengepungan kota Marawi oleh beberapa kelompok terkait Daesh.
news_share_descriptionsubscription_contact

