Pizaro Gozali
JAKARTA
Filipina mengumumkan masa kampanye untuk pemberlakuan UU Organik Bangsamoro (BOL) akan dimulai pada bulan Desember, lapor Philstar pada Senin.
Komisi Pemilihan Umum Filipina (Comelec) mengatakan kampanye untuk plebisit atau pemungutan suara akan dimulai pada 7 Desember 2018 dan berakhir pada 19 Januari 2019.
Sedangkan pemungutan suara akan digelar pada 21 Januari tahun depan.
Plebisit akan menentukan apakah 39 desa di Cotabato Utara, enam kotamadya di Lanao del Norte, dan kota Cotabato di Maguindanao dan Isabela di Basilan akan dimasukkan dalam wilayah Bangsamoro yang yang mengatur pembentukan Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao Muslim (ARMM).
Filipina menetapkan periode plebisit akan berlaku sejak 7 Desember 2018 hingga 5 Februari 2019.
Selama periode tersebut, otoritas Filipina melarang masyarakat membawa senjata api atau senjata mematikan lainnya.
Comelec akan mengawasi pelaksanaan kampanye kepada masyarakat adat, wanita, pemuda, pemuka agama, profesional dan lain sebagainya yang akan berpartisipasi dalam pemungutan suara.
Juru bicara Comelec Filipina James Jimenez mengatakan berbagai ukuran surat suara akan digunakan dalam plebisit dan Comelec akan melakukan simulasi plebisit untuk memberi gambaran selama pemilihan.
Hal ini dikarenakan pemegang hak suara akan menjawab hingga 12 pertanyaan.
“Itu tidak sederhana memilih ya atau tidak. Kita perlu simulasikan untuk melihat seberapa bermanfaatnya surat suara itu,” kata dia.
Jimenez mengatakan ada dua pertanyaan untuk pemilih di Basilan, salah satunya adalah apakah mereka mendukung dimasukkannya Isabela City ke dalam wilayah ARMM.
Sedangkan di Midsayap, Cotobato Utara, pemilih harus menjawab hingga 12 pertanyaan.
Namun pemilih di wilayah ARMM hanya diminta persetujuan untuk penerapan BOL. Wilayah-wilayah itu antara lain Basilan, Sulu, Tawi-Tawi, Maguindanao, dan Lanao del Sur. Wilayah ini berpusat di Cotabato City, Maguindanao.
news_share_descriptionsubscription_contact

