Muhammad Nazarudin Latief
04 Desember 2017•Update: 04 Desember 2017
Muhammad Nazarudin Latief
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Senin, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada Oktober 2017 turun sekitar 4,54 persen menjadi 1,16 juta kunjungan dibanding September sebanyak 1,21 juta kunjungan.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ini terkait aktivitas vulkanik Gunung Agung di Bali beberapa bulan belakangan.
Namun pihaknya belum bisa menghitung dampak erupsi gunung tersebut pada kunjungan turis luar negeri.
Di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, misalnya tercatat 462.300 kunjungan wisman, turun 15,99 persen dibanding bulan Oktober sebesar 550.200 kunjungan.
“Kita tidak ingin kondisi ini terus terjadi.”
Meskipun demikian secara umum, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Oktober 2017 naik 11,33 persen dibanding jumlah kunjungan Oktober 2016, dari 1,04 juta kunjungan menjadi 1,16 juta kunjungan.
Mayoritas wisman atau 964.887 masuk dari 19 pintu utama, sedangkan yang masuk dari luar pintu utama hanya sekitar 193.712 orang.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi berbintang selama Oktober 2017 tercatat sebesar 1,92 hari, terjadi kenaikan 0,11 poin jika dibandingkan keadaan Oktober 2016.
Menurut Suhariyanto, paling penting dari kunjungan wisatawan ini adalah efek terhadap perekonomian lokal, misalnya berapa rumah yang berubah menjadi homestay dan kerajinan rakyat yang terjual selama periode kunjungan wisatawan.