Pizaro Gozali İdrus
07 Agustus 2018•Update: 07 Agustus 2018
Pizaro Gozali
PALEMBANG
Perhelatan olahraga internasional Asian Games 2018 akan menjadi saksi sejarah bersatunya Korea Selatan dan Korea Utara.
Direktur Jakabaring Sport City Bambang Supriyanto mengatakan Indonesia menjadikan Asian Games kali ini dengan membawa spirit perdamaian Asia, khususnya di semenanjung Korea.
“Sesuai slogan Asian Games, Energy of Asia, kita ingin membawa spirit bagi Asia,” ujar Bambang kepada Anadolu Agency saat mengunjungi venue Asian Games awal pekan ini di Palembang.
Bambang mengatakan langkah ini dilakukan menyusul perdamaian yang dilakukan kedua negara.
Untuk itu, lanjut Bambang, dua Korea ini akan tampil dengan menggunakan bendera unifikasi dalam Asian Games.
“Benderanya berbentuk peta,” kata Bambang.
Selain itu, Bambang juga sudah menyiapkan berbagai kegiatan lintas budaya untuk saling mengakrabkan para peserta Asian Games dari 45 negara.
“Jadi di luar mereka bertanding, di wisma atlet mereka bisa saling bersahabat,” kata Bambang.
Berdasarkan keputusan Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Inasgoc (Indonesia Asian Games Organizing Commitee) di Jakarta, Korea Selatan dan Korea Utara akan melebur menjadi Tim Korea untuk tiga cabang olahraga.
Ketiga cabang olahraga yang akan diikuti Tim Korea adalah bola basket (putri), perahu naga (putra dan putri), serta dayung (putra LM4-, LM8+, dan putri LW2X).
Dengan keputusan ini, Asian Games 2018 akan diikuti oleh "tiga negara Korea", yakni Korea Selatan, Korea Utara, dan Tim Korea.
Fokus peningkatan ekonomi
Pengamat Hubungan Internasional Sya’roni Rofii mengakui kini kedua negara sudah mulai mengendurkan konflik untuk menciptakan ekonomi domestik stabil.
Menurut Sya’roni, kedua negara tengah mengalami persoalan ekonomi dalam negeri terkait masalah nuklir dan perang dagang.
“Teori dasarnya ekonomi bisa berjalan normal kalau negaranya damai,” ujar doktor Hubungan Internasional dari Marmara University, Turki ini kepada Anadolu Agency, Selasa.
Presiden Korea Utara Kim Jong Un, kata Syahroni, juga ingin mengubah citranya yang sulit diajak kompromi agar dunia lebih dapat menyambut Korea Utara.
Karena itu momentum perdamaian di perbatasan dan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura menjadi awal baru bagi Korea Utara.
Syahroni mengapresiasi langkah panitia Asian Games 2018 yang dapat membawa perdamaian bagi kedua negara.
“Ini bagus untuk people to people,” jelas Sya'roni.
Minggu lalu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Presidium Majelis Agung, Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara), Kim Yong Nam di Mansundae Assembly Hall, Pyongyang,
Kunjungan Menteri Puan tersebut untuk menyampaikan surat undangan dari Presiden RI Joko Widodo kepada Presiden Korea Utara Kim Jong Un untuk menghadiri acara pembukaan Asian Games di Jakarta pada 18 Agustus 2018.
Menteri Puan menyatakan Asian Games dapat dijadikan momentum mempererat persahabatan dan perdamaian, termasuk upaya perdamaian di Semenanjung Korea.
“Menteri Puan menegaskan pemerintah RI menyambut baik rencana kedua Korea untuk membentuk tim bersama dalam cabang olahraga di Asian Games 2018, yaitu bola basket putri, kano dan dayung,” ujar KBRI Pyongyang dalam rilis resminya.