BRUSSELS
Uni Eropa (UE) dan Azerbaijan pada Senin mengumumkan kesepakatan baru untuk melipatgandakan impor gas yang diproduksi Azerbaijan sebagai bagian dari upaya blok tersebut untuk mengurangi ketergantungan pada energi Rusia.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kemitraan strategis di bidang energi, menurut badan eksekutif UE dalam sebuah pernyataan.
“Azerbaijan adalah mitra energi penting bagi kami yang selalu dapat diandalkan,” kata von der Leyen pada konferensi pers bersama Aliyev setelah upacara penandatanganan di Baku, ibu kota Azerbaijan.
Melalui Pipa Trans Adriatik, Azerbaijan saat ini “mengalirkan lebih dari 8 miliar meter kubik gas per tahun dan kami akan memperluas kapasitasnya menjadi 20 miliar meter kubik hingga 2027”, tutur dia.
Impor gas Azerbaijan akan meningkat menjadi 12 miliar tahun depan, yang “akan membantu mengkompensasi pengurangan pasokan gas Rusia dan berkontribusi secara signifikan terhadap keamanan pasokan Eropa,” tambah von der Leyen.
Kesepakatan terbaru ini juga akan berkontribusi pada netralitas iklim dan kerja sama energi terbarukan.
Sementara itu, Aliyev menekankan bahwa “masalah keamanan energi saat ini lebih penting daripada sebelumnya.”
“Kerja sama yang tahan lama, dapat diprediksi, dan sangat andal antara UE dan Azerbaijan di bidang energi adalah aset besar,” imbuh presiden Azerbaijan.
The Southern Gas Corridor yang mengalirkan gas Azerbaijan ke UE telah beroperasi sejak 2020.
Gas dari Azerbaijan disalurkan ke Eropa melalui Turki melalui Pipa Trans Anatolia, yang terhubung ke Pipa Trans Adriatik blok itu, serta memasok gas dari Yunani ke Italia.
Menanggapi perang Rusia di Ukraina, Komisi Eropa pada Maret mengungkapkan rencana untuk mengurangi ketergantungan pada energi Rusia dengan memotong dua pertiga impor gas.
Sejalan dengan tujuan ini, blok tersebut bertujuan untuk mempercepat transisi hijau ke energi terbarukan dan mengamankan pasokan bahan bakar fosil dari mitra baru.
Secara paralel, Uni Eropa juga telah menjatuhkan enam set sanksi terhadap Rusia, termasuk larangan impor minyak mentah dan batu bara.