İqbal Musyaffa
19 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada pada level support Rp13.500 per dolar AS hingga tiga hari ke depan, berdasarkan pengamatan dari Analis Global Market Bank Mega James Evan Tumbuan.
Kepada Anadolu Agency, Senin, Evan mengatakan rupiah masih akan berada di level tersebut meskipun dolar AS saat ini melemah terhadap mata uang besar lainnya seperti Euro dan Poundsterling.
“Salah satu faktornya karena data industri retail AS tumbuh negatif 0.3 persen,” ungkap dia.
Selain itu, AS juga saat ini sedang menerapkan pemotongan pajak perusahaan ke level 20 persen dari sebelumnya sebesar 35 persen dan potongan pajak individu dari 39,6 persen menjadi 35 persen, menurut dia, membuat pasar khawatir terjadinya defisit anggaran di AS.
“Defisit anggaran di AS bisa sampai USD1 triliun pada tahun 2019,” ujar Evan.
Kemudian, Evan menambahkan, para investor juga masih belum terlalu melirik untuk masuk ke pasar negara berkembang seperti Indonesia sehingga rupiah pada hari ini masih akan berada pada kisaran Rp13.500 hingga Rp13.600 per dolar AS.
“Minggu ini yang perlu diwaspadai adalah pidato para petinggi bank sentral AS yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah,” imbuh Evan.
Faktor yang perlu diwaspadai tersebut berbeda dengan minggu lalu dengan telah diumumkannya angka inflasi AS yang berada di level 2,1 persen pada Januari 2018 serta negatifnya pertumbuhan industri ritel AS.