10 Juni 2026•Update: 10 Juni 2026
Korban tewas akibat gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, awal pekan ini meningkat menjadi 45 orang, sementara tim penyelamat masih melanjutkan pencarian terhadap 17 orang yang dilaporkan hilang.
Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Filipina (NDRRMC) pada Rabu (10/6) mengumumkan bahwa sebanyak 487 orang dilaporkan mengalami luka-luka, menurut laporan media lokal Philstar.
Dari total korban meninggal yang telah dikonfirmasi, sebanyak 33 orang tercatat di Region 12 dan 12 orang lainnya di Region 11. Namun, pihak berwenang menyatakan angka tersebut masih dalam proses verifikasi.
Gempa yang terjadi pada Senin (8/6) pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani itu menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah Mindanao, merobohkan bangunan, mengganggu layanan listrik dan air, serta memicu tanah longsor di sejumlah lokasi.
Operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi masih berlangsung di berbagai daerah terdampak, sehingga jumlah korban masih berpotensi bertambah.
Gempa tersebut memicu sedikitnya 10 tanah longsor, termasuk beberapa kejadian di wilayah selatan Mindanao.
Di Provinsi Sarangani, sebanyak 13 warga Barangay New Aklan dilaporkan tertimbun setelah tanah longsor menerjang kawasan tersebut.
Pihak berwenang juga sedang menyelidiki laporan bahwa satu desa kemungkinan tertimbun seluruhnya akibat longsor, meskipun jumlah korban terkait laporan tersebut belum dapat dipastikan.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur. Pejabat setempat melaporkan kerusakan pada 18 jembatan, 41 ruas jalan, dan 238 fasilitas publik, sementara sejumlah jalur transportasi masih belum dapat dilalui.
Pemadaman listrik juga berdampak pada sekitar 130.000 pelanggan. Rumah sakit di wilayah terdampak tetap beroperasi dalam kondisi sulit dengan merawat pasien di tenda-tenda darurat akibat gempa susulan dan kekhawatiran terhadap keamanan bangunan.
Lebih dari 149.000 orang terdampak oleh bencana tersebut, termasuk lebih dari 41.000 warga yang terpaksa mengungsi. Hampir 3.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemerintah Filipina menyatakan bantuan darurat senilai 4,8 juta peso Filipina atau sekitar 78.080 dolar AS telah disalurkan, sementara upaya bantuan kemanusiaan terus berlangsung di wilayah yang dilanda gempa.