Muhammad Nazarudin Latief
26 Maret 2018•Update: 26 Maret 2018
Muhammad Latief
Jakarta
Negara-negara ASEAN masih mengkaji biaya manfaat sebelum menyepakati Free Trade Agreement (FTA) atau perdagangan bebas dengan Kanada.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan pada dasarnya laporan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan Global Affair Canada menunjukkan bahwa ASEAN-Canada Free Trade Agreement (FTA) akan membawa manfaat bagi pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak.
“Tapi ASEAN masih perlu kajian cost benefit secara komprehensif di masing-masing anggota,” ungkap Iman dalam pernyataan persnya, Senin.
Menurut Iman ada perbedaan format dan ambisi perjanjian FTA antara ASEAN dan Kanada. Kanada adalah negara yang sudah menerapkan beberapa standar tinggi misalnya isu lingkungan, kesetaraan gender, monopoli, transparansi dan bebas korupsi, serta pengadaan barang/jasa oleh pemerintah dalam setiap elemen kerja samanya. Sedangkan negara-negara ASEAN belum menerapkannya.
Kajian hubungan perdagangan kedua negara, menurut Iman, akan diarahkan pada dampak produk domestik bruto (PDB) dan ekspor serta impor ASEAN dan Kanada. Sekaligus dampak terhadap ekonomi bilateral negara anggota ASEAN termasuk perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi dua arah.
Menurut Iman, bagi Indonesia, kerja sama perdagangan ini membawa level keuntungan moderat. Manfaat terbesar yang dapat diperoleh Indonesia adalah apabila perjanjian ini fokus pada pengurangan hambatan non-tarif (NTMs) ekspor Indonesia ke Kanada dan perbaikan fasilitasi perdagangan.
“Indonesia perlu mitigasi terhadap sektor-sektor yang berpeluang mengalami gangguan oleh perjanjian perdagangan bebas tersebut, dan intensitas dalam meningkatkan daya saing industri,” ujar dia.
Indonesia, menurut Iman, juga akan bisa diuntungkan dengan perdagangan bebas ASEAN-Canada FTA sebagai sarana alih teknologi.
Menurut Iman, harus ada pembahasan awal yang disepakati bersama Kanada melalui dialog pada level badan sektoral terkait isu-isu area baru yang akan diusulkan Kanada, seperti pendekatan yang dilakuan oleh Uni Eropa kepada ASEAN.