Muhammad Nazarudin Latief
10 Januari 2018•Update: 10 Januari 2018
Muhammad Nazaruddin Latief
JAKARTA
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut pemerintah akan membenahi program pemberian subsidi agar lebih tepat sasaran dan tepat waktu.
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, subsidi yang tepat penting untuk memperbaiki kedalaman dan keparahan kemiskinan yang memburuk pada 2017 dibanding tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks kedalaman kemiskinan pada September 2017 sebesar 1,79 atau memburuk dibandingkan September 2016 yang hanya 1,74. Begitu pun dengan indeks keparahan kemiskinan pada periode yang sama, memburuk dari 0,44 menjadi 0,46.
Data tersebut berarti, ketimpangan di antara penduduk miskin semakin melebar. Rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauhi garis kemiskinan.
“Dengan demikian, biaya yang dibutuhkan untuk mengangkat orang keluar dari kemiskinan semakin besar," ujar Menteri Bambang di Jakarta, Selasa.
Kondisi ini, menurut Menteri Bambang, membutuhkan ketepatan sasaran program untuk menjangkau penduduk miskin.
Salah satu strateginya adalah integrasi program kemiskinan, yaitu pelaksanaan perlindungan sosial didasarkan pada pendekatan siklus hidup (life-cycle).
Dengan pendekatan ini, penerima bantuan mendapatkan manfaat lengkap karena bantuan bersifat single targeting framework, untuk intervensi kemiskinan secara holistik.
“Jika kita mengintegrasi program-program kemiskinan, maka tingkat kemiskinan dapat turun sebanyak dua persen,” ujar dia.
Strategi lain, kata Menteri Bambang, adalah perluasan bantuan sosial non-tunai tepat waktu untuk memperbaiki pola konsumsi, serta padat karya tunai (cash for work) untuk masyarakat kurang mampu.
Ekonom Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (Akses) Suroto mengatakan, penyebab kedalaman kemiskinan karena pendapatan rendah dan kepemilikan aset terbatas.
Karena itu, pemerintah harus bisa mengkreasi kekayaan dan pendapatan masyarakat dengan menciptakan kesempatan berusaha dan akses kredit.
Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Rahma Irianti mengatakan, program reforma agraria dan perhutanan sosial yang dicanangkan pemerintah diharapkan bisa mempercepat penanggulangan kemiskinan. Kedua program ini akan memperbesar akses masyarakat miskin pada sumber daya.
“Jadi hutan itu membawa manfaat sosial pada masyarakat sekitar,” ujar Rahma.