İqbal Musyaffa
05 April 2019•Update: 06 April 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengeluarkan rilis survei konsumen Maret 2019 yang menunjukkan terjaganya optimisme konsumen pada level optimis (di atas 100).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Onny Widjanarko mengatakan optimisme tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2019 yang tetap berada pada level optimis yaitu sebesar 124,5, meski sedikit lebih rendah dari 125,1 pada bulan sebelumnya.
Bila dilihat secara triwulan, rata-rata IKK triwulan I 2019 sebesar 125,0 meningkat dari triwulan IV 2018 yang sebesar 123,0.
Menurut Onny, optimisme konsumen yang tetap terjaga ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi saat ini yang tetap kuat dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada 6 bulan mendatang yang tetap tinggi.
“Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) ditopang oleh persepsi terhadap penghasilan saat ini yang membaik,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) tetap tinggi didukung oleh perkiraan konsumen terhadap kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang akan membaik.
“Meskipun tetap pada level optimis, IKE dan IEK lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” lanjut dia.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada bulan Maret sebesar 108,9 atau turun 0,5 poin dari bulan sebelumnya.
“Penurunan ini akibat dari menurunnya keyakinan konsumen untuk membeli barang tahan lama,” jelas Onny.
Kemudian Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) pada bulan Maret juga turun 0,7 poin menjadi 140,2.
Menurut survei tersebut, penurunan ini akibat dari menurunnya optimisme konsumen terhadap kenaikan penghasilan pada 6 bulan mendatang.
Onny menambahkan hasil survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga diperkirakan meningkat dalam 3 bulan mendatang (Juni 2019), terutama dipengaruhi oleh peningkatan permintaan barang dan jasa saat periode Idul Fitri.
Sementara itu, tekanan harga dalam 6 bulan (September 2019) mendatang diperkirakan menurun didukung oleh persepsi konsumen terhadap terjaganya pasokan barang konsumsi rumah tangga dan semakin lancarnya distribusi barang.