Hayati Nupus
08 April 2019•Update: 09 April 2019
Ovunc Kutlu
ANKARA
Harga minyak mentah Brent dibuka lebih dari USD70 per barel pada awal perdagangan Senin, mempertahankan angka tertinggi selama llima bulan karena pasokan minyak global ketat seiring pemotongan OPEC+ dan sanksi terhadap Iran serta Venezuela.
Benchmark internasional diperdagangkan pada USD70,61 per barel dengan kenaikan 0,4 persen setelah ditutup USD70,34 per barel pada Jumat, menurut angka resmi.
Pada Kamis, minyak Brent naik di atas USD70 per barel–level tertinggi sejak 12 November.
Benchmark Amerika West Texas Intermediate (WTI) terdaftar di USD63,35 per barel pada momentum yang sama, membukukan kenaikan 0,4 persen, setelah berakhir Jumat pada USD63,08 per barel.
Harga minyak mentah naik sejak awal 2019 karena pasokan minyak keseluruhan kian ketat di seluruh dunia.
Sementara minyak Brent naik 31 persen sejak awal 2019, WTI naik 39 persen dari tahun sebelumnya, menurut angka resmi.
Karena sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela, tingkat produksi minyak kedua negara menurun, dan diperkirakan akan ada 1,76 juta barel per hari (bpd) produksi yang hilang tahun ini.
Selain itu, kesepakatan pemotongan pasokan oleh OPEC yang dipimpin Arab Saudi dan non-OPEC yang dipimpin Rusia terus menekan harga minyak mentah.
Dijuluki sebagai OPEC +, kartel dan sekutunya pada 7 Desember 2018 sepakat untuk menurunkan total produksi sebesar 1,2 juta barel per hari untuk enam bulan pertama 2019.