İqbal Musyaffa
14 Maret 2018•Update: 14 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Sebagian besar investor di Indonesia lebih memercayai rumor dibanding analisa fundamental dan teknikal dalam berinvestasi, khususnya investasi saham, kata perusahaan layanan finansial.
Sekretaris Perusahaan PT Reliance Sekuritas Indonesia Erry Hidayat mengatakan bursa di Indonesia lebih digerakkan oleh rumor.
Menurut dia, investor seharusnya bisa membedakan antara rumor dan informasi yang benar terkait saham suatu perusahaan.
“Bahkan informasi pun sering menjebak karena dipakai untuk kepentingan tertentu seperti menggoreng saham untuk meningkatkan transaksi jual beli saham,” ungkap dia dalam acara literasi keuangan di Jakarta, Rabu.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk bertransaksi saham, investor harus benar-benar memahami kondisi dan informasi yang ada.
Investor yang sudah berpengalaman, menurut dia, akan lebih mengandalkan analisa fundamental dan teknikal dibanding rumor.
Pada kesempatan yang sama, Associate Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan pasar saham di Indonesia masih belum efisien sehingga masih dipenuhi dan dipengaruhi oleh rumor.
Namun, lanjut dia, hal tersebut lazim terjadi karena dalam bursa AS terkadang rumor juga memengaruhi pergerakan saham secara global.
“Kembali kepada masing-masing investor bagaimana mereka mengelola rumor yang ada dalam setiap aktivitas bursanya,” tambah Lanjar.
Bagi masyarakat yang baru mulai untuk berinvestasi di pasar saham, dia menyarankan agar lebih mengutamakan untuk membeli saham berdasarkan analisis fundamental dan teknikalnya, bukan karena rumor terkait saham tersebut.