Iqbal Musyaffa
24 Agustus 2020•Update: 24 Agustus 2020
JAKARTA
Pemerintah Indonesia mengatakan hingga 19 Agustus telah menarik utang hingga Rp874,4 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan utang tersebut antara lain terdiri dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp544 triliun dan surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp248,3 triliun.
“Kami akan terus melakukan penerbitan obligasi berdasarkan progres dari pemulihan ekonomi nasional,” jelas dia dalam rapat koordinator bersama Komisi XI DPR RI, Senin.
Dia menambahkan Bank Indonesia juga melakukan pembelian obligasi berdasarkan dua surat keputusan bersama (SKB) dengan Menteri Keuangan melalui private placement ataupun melalui pasar perdana.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan hingga 18 Agustus, pihaknya telah membeli SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar sesuai dengan keputusan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI tanggal 16 April 2020 sebesar Rp42,96 triliun, termasuk dengan skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO) dan Private Placement.
Kemudian pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar perdana melalui mekanisme pembelian langsung sesuai dengan keputusan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI tanggal 7 Juli 2020, berjumlah Rp82,1 triliun.
“Dengan komitmen Bank Indonesia dalam pembelian SBN dari pasar perdana tersebut, pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya akselerasi realisasi APBN untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional,” imbuh Perry.