İqbal Musyaffa
19 Oktober 2018•Update: 19 Oktober 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia memperkuat hubungan kerja sama pengelolaan sumber daya air dengan China, yang ditandai dengan kunjungan delegasi pemerintah China ke kantor Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada pekan ini.
Dalam keterangan resmi kementerian yang dirilis pada Jumat, Menteri Basuki menyebut delegasi China yang datang berkunjung adalah Wakil Menteri Sumber Daya Air dan Wakil Menteri Manajemen Keadaan Darurat China Ye Jianchun.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki menawarkan kerja sama pembangunan empat bendungan yakni Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, Jenelata di Sulawesi Selatan, Lambakan di Kalimantan Timur dan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan kepada pemerintah China.
"Saya berharap melalui kerja sama yang semakin erat, kedua negara bisa bertukar pengetahuan dan pengalaman dan menggali peluang dan kerja sama di masa depan," ujar Menteri Basuki dalam keterangan resmi.
Selain itu, para delegasi pemerintah China juga sempat melakukan peninjauan lapangan ke Tanggul Laut Muara Baru (Pluit) dan Waduk Pluit yang berlokasi di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Kementerian PUPR tengah membangun tanggul laut sepanjang 4,5 kilometer yang berada di dua titik yakni, Muara Baru sepanjang 2,3 km dan Kali Baru sepanjang 2,2 km.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Hari Suprayogi menjelaskan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui upaya pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan banjir di Ibu Kota Jakarta serta dalam rangka penguatan hubungan kerja sama pengelolaan sumber daya air kedua negara.
Jakarta, ujar dia, memiliki masalah banjir yang tidak hanya akibat air dari hulu, melainkan juga air dari hilirnya. Oleh karena itu, pembangunan tanggul laut diharapkan bisa membantu mengurangi masalah banjir di ibu kota.
“Saat ini, progres tanggul laut telah mencapai 80 persen dan menjadi titik percontohan karena dilengkapi taman dan jalan inspeksi sehinga menambah ruang terbuka hijau di Jakarta,” kata Hari.
Proyek Tanggul Laut, ujar Hari, merupakan proyek strategis nasional (PSN) sebagai bagian dari rencana induk penanganan banjir dan penurunan muka air tanah di Jakarta.
Kehadiran tanggul ini, lanjut dia, akan mengurangi potensi abrasi di pesisir jakarta, mencegah banjir rob yang terjadi hampir setiap bulannya ketika air laut pasang di titik Jakarta Utara, dan upaya penataan kawasan pesisir utara Jakarta.