Iqbal Musyaffa
01 April 2020•Update: 01 April 2020
JAKARTA
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mencatat inflasi 0,1 persen secara bulanan atau month to month dan 2,96 persen secara year on year.
Dari 90 kota survei Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 43 kota mengalami inflasi dan 47 kota mencatatkan deflasi.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan bahwa harga komoditas secara umum menunjukkan kenaikan yang lebih landai dibandingkan pada bulan sebelumnya.
“Inflasi Maret cukup terkendali, lebih rendah dari Februari yang sebesar 0,28 persen,” ujar Suhariyanto dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan secara umum inflasi disebabkan oleh andil tiga komoditas, antara lain emas perhiasan dengan andil inflasi 0,05 persen, bawang bombai 0,03 persen, dan gula pasir 0,02 persen.
Sementara itu, terjadi deflasi pada tarif angkutan udara dengan andil 0,06 persen, cabai merah 0,09 persen, dan deflasi pada cabai rawit sebesar 0,04 persen.
Inflasi pada tiga komponen tersebut membuat terjadi inflasi pada komponen inti sebesar 0,29 persen month to month. Sementara komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi 0,19 persen dan komponen harga bergejolak mencatat deflasi 0,38 persen.