22 Juli 2026•Update: 22 Juli 2026
Intelijen Israel meyakini Iran telah memindahkan ribuan sentrifus nuklir ke jaringan terowongan di bawah Gunung Pickaxe, memicu kekhawatiran baru di Washington dan Tel Aviv.
Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengancam akan menyerang lokasi tersebut setelah menerima penilaian intelijen Israel.
Menurut laporan WSJ yang terbit Selasa, Teheran memindahkan ribuan sentrifus pengayaan uranium ke Gunung Pickaxe, yang juga dikenal sebagai Gunung Kolang di Iran, pada musim gugur tahun lalu setelah perang selama 12 hari pada Juni, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran.
Intelijen Israel menyatakan material nuklir tersebut dipindahkan ke sistem terowongan jauh di dalam gunung, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa Iran dapat membangun kembali program nuklirnya meskipun saat ini sedang menjalani pembicaraan mengenai kemungkinan kesepakatan senjata nuklir.
Netanyahu disebut dorong serangan baru
WSJ melaporkan bahwa seiring tujuan perang Israel yang semakin berbeda dengan prioritas Amerika Serikat, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berupaya membujuk Trump untuk kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran guna semakin melemahkan program persenjataan dan upaya pembangunan kembali negara itu.
Surat kabar tersebut juga menyebut Amerika Serikat telah meningkatkan intensitas serangannya dalam 10 hari terakhir, sementara Trump dikabarkan telah menyiapkan opsi militer untuk menyerang Gunung Pickaxe.
Saat berbicara kepada wartawan pada Selasa, Trump mengatakan dirinya mengetahui laporan mengenai pemindahan sentrifus tersebut dan menyatakan Amerika Serikat akan "menyerang wilayah itu dalam waktu dekat dengan kekuatan yang sangat besar."
Lokasi telah lama diawasi
Menurut WSJ, Gunung Pickaxe telah lama berada di bawah pengawasan Amerika Serikat dan Israel. Informasi yang tersedia mengenai aktivitas Iran di lokasi tersebut menunjukkan bahwa kompleks itu akan menjadi sasaran yang sulit dihancurkan melalui serangan udara.
Gunung Pickaxe berada di dekat salah satu instalasi nuklir utama Iran dan dibangun sebagai pengganti bawah tanah bagi fasilitas perakitan sentrifus Iran yang rusak parah akibat ledakan pada 2020.
Para ahli memperkirakan kompleks bawah tanah di kawasan tersebut berada pada kedalaman sekitar 90 hingga 137 meter di bawah batuan padat, dengan ruang yang cukup untuk menampung beberapa fasilitas terkait program nuklir.
Tujuan pemindahan belum jelas
Laporan WSJ menekankan bahwa penempatan sentrifus di Gunung Pickaxe setelah serangan udara pada Juni 2025 tidak serta-merta berarti Iran sedang membangun fasilitas pengayaan uranium baru di lokasi tersebut.
Menurut laporan itu, Teheran kemungkinan memindahkan sentrifus yang masih tersisa ke sana untuk mengurangi risiko kehancuran akibat serangan.
WSJ juga menyebut belum diketahui dari mana asal sentrifus yang menurut intelijen Israel dipindahkan ke Gunung Pickaxe, meskipun sejumlah sentrifus cadangan diduga sebelumnya berada di fasilitas nuklir utama Iran.
IAEA belum mendapat akses
Sejak 2021, Iran tidak memberikan akses kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke lokasi tersebut dan juga tidak menyampaikan informasi mengenai aktivitas maupun rencana di kawasan itu.
Hingga laporan diterbitkan, Menteri Luar Negeri Iran maupun IAEA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan terbaru mengenai pemindahan sentrifus nuklir tersebut.