Ekonomi

Jokowi tak ingin lockdown karena menghentikan aktivitas ekonomi

Mengenai pemerintah daerah yang melakukan pembatasan lalu lintas dan sosial, Jokowi menganggap kebijakan itu masih wajar

Erric Permana   | 01.04.2020
Jokowi tak ingin lockdown karena menghentikan aktivitas ekonomi Presiden Joko Widodo. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Presiden Joko Widodo memastikan tidak mengambil kebijakan karantina kewilayahan atau lockdown karena akan menghentikan seluruh aktivitas masyarakat termasuk perekonomian.

Jokowi sapaan akrab Joko Widodo mengaku memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun masyarakat tetap harus melakukan jaga jarak aman. 

"Lockdown apa sih? Karena lockdown kita harus sama, orang gak boleh keluar rumah, transportasi harus semua berhenti baik itu bus, kendaraan pribadi, sepeda mobil, kereta api, pesawat berhenti semuanya. Kegiatan kantor semua dihentikan, kita tidak mengambil jalan yang itu," kata Jokowi saat meninjau Pulau Galang, Kepulauan Riau pada Rabu.

Mengenai pemerintah daerah yang melakukan pembatasan lalu lintas dan sosial, Jokowi menganggap kebijakan itu masih dalam hal wajar.

"Sampai saat ini belum ada yang berbeda [kebijakannya]," tambah Jokowi.

Dia berharap tidak ada kepala daerah yang mengambil kebijakan berbeda dengan apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah pusat.

"Kita sesuaikan dengan kondisi yang ada di negara kita baik kondisi geografi demografi karakter budaya, kedisiplinan kita dan juga kemampuan fiskal kita," pungkas dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.