İqbal Musyaffa
01 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir jumlah kunjungan turis mancanegara ke Indonesia sepanjang tahun 2017 mencapai 14.039.799 orang.
Meskipun jumlah kunjungan turis asing belum mencapai target sebesar 15 juta orang, namun pencapaian tersebut jauh lebih besar dari kunjungan turis asing tahun lalu yang hanya mencapai 11.519.275 orang.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan salah satu penyebab tidak tercapainya target kunjungan turis mancanegara pada tahun ini karena aktivitas erupsi Gunung Agung di Bali, sehingga membuat banyak turis mengurungkan niatnya berwisata ke Indonesia.
“Meski begitu, kunjungan turis asing pada Desember lalu mulai pulih,” ungkap dia, Kamis.
Bila mengacu pada data BPS, kunjungan turis asing ke Indonesia di bulan Desember 2017 mencapai 1,15 juta kunjungan, meningkat 3,03 persen dari bulan Desember tahun 2016 yang ketika itu mendapatkan kunjungan dari 1,11 juta wisatawan mancanegara.
Kemudian bila dibandingkan dengan bulan November 2017, kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 8 persen dari total 1,07 juta kunjungan saat itu.
Mayoritas wisatawan asing pada bulan Desember masuk ke Indonesia melalui 19 pintu masuk utama mencapai 927 ribu orang dan yang melalui non pintu masuk utama seperti pos lintas batas sebanyak 220,04 ribu kunjungan.
Turis asing yang mengunjungi Indonesia pada bulan Desember didominasi oleh turis asal Singapura dengan total kunjungan 202.969 orang, disusul Malaysia dengan total 154.650 kunjungan.
Suhariyanto juga mengungkapkan, Indonesia semakin menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung bila melihat tren kunjungan yang terjadi sejak 2014. “Pada saat itu, kunjungan wisatawan asing hanya sebanyak 9.435.411 orang,” ungkap dia.
Lebih lanjut, menurut Suhariyanto, apabila tidak terjadi bencana erupsi Gunung Agung, jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia diperkirakan bisa mencapai target 15 juta kunjungan.
“Kita berharap jumlah wisatawan mancanegara semakin meningkat karena potensi pariwisata Indonesia sangat luar biasa sehingga harus ada terobosan pemasaran dan marketing agar lebih banyak wisman yang datang,” imbuh Suhariyanto.