İqbal Musyaffa,Umar İdris
28 Mei 2019•Update: 28 Mei 2019
Umar Idris, Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Perdagangan saham di BEI hari ini cukup fluktuatif. Pagi hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat dari posisi 6.107 menjadi 6.112, dan sempat menyentuh 6.114.
Namun tidak berlangsung lama, IHSG tergelincir ke posisi 6.077 sehingga tercatat melemah 0,30 persen dari posisi pembukaan pagi ini.
Tercatat saham di sektor industri dasar dan aneka industri mengalami penguatan, masing-masing 0,32 persen dan 0,37 persen.
Sedangkan saham yang mengalami penurunan sementara pagi ini adalah infrastruktur dan jasa keuangan.
Penguatan IHSG sementara terjadi mengingat bursa akan mengalami libur panjang lebaran.
Perang dagang AS-China
Analis masih memperkirakan kekhawatiran terbesar masih seputar perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) yang masih berlangsung.
Ekonom senior yang juga Wakil Ketua Umum Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan perang dagang antara China dan AS sebenarnya membuka peluang bagi perusahaan Indonesia berorientasi ekspor. Sehingga berpeluang memperkuat keuangan perusahaan berorientasi ekspor yang tercatat di bursa Indonesia.
Pandangan Arif didasari kajian Economist Intelligent Unit (EIU). Kajian itu menyebutkan tarif impor akibat perang dagang China dan AS lebih berdampak pada pergeseran alur perdagangan. Artinya, menurut Arif, hal ini akan menumbuhkan kesempatan baru bagi eksportir-eksportir (terutama negara berkembang) ketika China dan AS mencari alternatif pemasok lain.
"Dalam hal ini, negara-negara Asia diperkirakan dapat dapat mengambil keuntungan terbesar, termasuk dari Indonesia," tutur Arif kepada Anadolu Agency, Selasa.