Ekonomi

IHSG dan Rupiah masih memerah di akhir perdagangan hari ini

Investor mulai mencermati perkembangan 22 Mei dan calon menteri ekonomi

Umar İdris   | 14.05.2019
IHSG dan Rupiah masih memerah di akhir perdagangan hari ini Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) (Doc. Bursa Efek Indonesia - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Umar Idris

JAKARTA

Memasuki hari kedua pekan ini, bursa dan nilai tukar rupiah masih memerah. Penutupan perdagangan hari ini, Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di posisi 6.071,2 atau turun 1,05 persen.

Sedangkan rupiah di pasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini diperdagangkan di posisi Rp14.444 per dollar AS, melemah dari posisi sehari sebelumnya di level Rp14.362.

Chief Economist Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan pelemahan IHSG dan rupiah terjadi di tengah kondisi eksternal yang kurang bersahabat, terutama terkait polemik perang dagang China dan Amerika Serikat.

Dari sisi Internal, investor kelihatannya menyakini derap ekonomi Indonesia belum menguat, sementara defisit neraca berjalan masih besar.

"Pelambatan ekonomi kurang mendukung investasi saham," jelas Budi kepada Anadolu Agency, Selasa.

Sementara current account defisit memicu pelemahan rupiah yang akhirnya berdampak ke pada investasi SBN.

Pelemahan rupiah juga terjadi karena antisipasi faktor musiman terkait pembayaran dividen valas yang biasa melemahkan mata uang rupiah.

Investor juga menanti perkembangan setelah 22 Mei, apakah ada perubahan kabinet menjawab tantangan peningkatan daya saing dan produktivitas.

Tidak hanya jajaran Kementerian Keuangan, menurut Budi, investor bakal mencermati menteri ketenagakerjaan, menteri perindustrian, dan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Bahana TCW memproyeksi IHSG bergerak di level 6.226 - 6.701 sampai akhir tahun ini, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di kisaran Rp13.762 sampai Rp14.629.



Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın