İqbal Musyaffa
02 Januari 2018•Update: 03 Januari 2018
İqbal Musyaffa
JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada awal pembukaan perdagangan pada 2 Januari dengan berada di level 6.363,094 atau menguat 8,154 poin (0,12 persen) dari posisi terakhir ketika penutupan perdagangan akhir tahun 2017 pada 29 Desember.
Penguatan IHSG diprediksi berbagai pengamat akan terus berlangsung di sepanjang tahun 2018. Analis PT MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan minimal IHSG pada tahun ini dapat melonjak ke level 6.600.
“Bahkan bukan mustahil IHSG dapat menembus level 6.800-6.900,” ungkap Edwin kepada Anadolu Agency, Selasa.
Beberapa kondisi yang dapat mendorong lonjakan IHSG ke level tersebut menurut Edwin adalah pertumbuhan keuntungan emiten yang melampau ekspektasi serta potensi perbaikan peringkat investasi Indonesia pada Juni mendatang oleh lembaga pemeringkat global Moody’s Investor Rating.
Edwin juga melihat IHSG pada tahun ini hanya akan mengalami fluktuasi ringan dan merupakan hal yang wajar sebagai technical correction. “Saya belum melihat ada satupun faktor yang bisa membuat IHSG turun tajam,” Edwin menekankan.
Penguatan IHSG pada tahun ini menurut dia setidaknya didorong oleh empat sektor, yaitu perbankan, komoditas, consumer related, serta komunikasi.
Subsektor consumer related yang paling dominan mendorong penguatan IHSG menurut Edwin adalah media dan properti. “Menjelang tahun politik, peran media menjadi sangat dominan dan dibutuhkan,” jelas dia.
Saham-saham sektor komunikasi berdasarkan analisa Edwin juga akan mengerek pertumbuhan IHSG seiring besarnya kebutuhan komunikasi pada periode tahun politik 2018.