İqbal Musyaffa
31 Mei 2018•Update: 02 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Vice President Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon, Kamis, bahwa kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 4,75 persen mulai berdampak positif terhadap volatilitas rupiah.
Dalam satu bulan terakhir, Josua mengatakan BI sudah menaikkan suku bunga 50 bps untuk kelola stabilitas rupiah dalam jangka pendek sebagai langkah pre-emptive, front loading, dan ahead of the curve dan antisipasi sebelum kenaikan kembali suku bunga AS pada pertengahan Juni mendatang.
“Kenaikan suku bunga mulai berpengaruh pada rupiah yang kini tembus Rp13.888 dan memimpin penguatan mata uang negara-negara berkembang dengan penguatan 0,8 persen,” ungkap dia.
Langkah BI menaikkan suku bunga acuan menurut dia menunjukkan bahwa BI independen dan sangat fokus dalam upaya menjaga stabilitas rupiah.
“Meski begitu, potensi pergerakan rupiah masih sangat dinamis dan masih akan terpengaruh perkembangan eksternal dari suku bunga AS, risiko geopolitik, dan perang dagang,” jelas dia.
Namun, potensi tekanan dari domestik terhadap rupiah menurut dia sudah mulai mereda pada semester kedua tahun ini.
Josua juga mengatakan BI masih memiliki ruang untuk menaikkan kembali suku bunga acuan pada tahun ini setidaknya sebanyak satu kali lagi. Kenaikan suku bunga, menurut dia, akan dilakukan BI berdasarkan data.
Ruang untuk menaikkan suku bunga, menurut dia, akan dilakukan BI bila volatilitas rupiah masih berlanjut dan terdapat perkembangan eksternal yang memperkuat dolar sehingga menekan rupiah.
“Kalau rupiah lebih stabil dan tekanan mereda di semester kedua, saya pikir BI akan mempertahankan suku bunga saat ini sampai akhir tahun karena kenaikan 50 bps saya pikir bisa stabilkan rupiah,” lanjut dia.
Langkah BI menaikkan suku bunga untuk membuat rupiah stabil, menurut dia, tepat karena transmisi dampak dari nilai tukar terhadap perekonomian terjadi dalam satu kuartal. Sementara, transmisi dari kenaikan suku bunga terhadap perekonomian akan baru terasa setelah empat hingga enam kuartal atau sekitar 1,5 tahun.