Muhammad Nazarudin Latief
08 April 2019•Update: 08 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Cadangan devisa Indonesia naik menjadi 124,5 miliar dolar AS pada akhir Maret, lebih tinggi dibanding pada akhir Februari pada angka 123,3 miliar, ujar Bank Indonesia.
Dalam pengumumannya, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
“Berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” ujar BI dalam siaran persnya, Senin.
Menurut BI, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Menurut BI, cadangan devisa Maret dipengaruhi penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.
“Cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik,” ujar BI.