Hayati Nupus
09 April 2019•Update: 09 April 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah menargetkan lima pelabuhan lain di Indonesia menyusul jejak Pelabuhan Tanjung Priok yang telah memperoleh penghargaan wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan kelima pelabuhan itu adalah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Ambon atau Pelabuhan Sorong, Papua.
“Kami ingin bukan hanya Tanjung Priok, tapi juga lima pelabuhan lainnya yang bebas korupsi,” ujar Menteri Budi, buka Rapat Kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2019 di Jakarta pada Senin, seperti dalam keterangannya.
Menteri Budi mengatakan wilayah yang bebas korupsi akan menciptakan integritas, sehingga kecepatan pelayanan meningkat.
Pada saat yang sama, lanjut Budi, komplain dari institusi dan pelaku usaha lain dapat berkurang.
“Pelabuhan adalah motor kemajuan logistik suatu negara, kita terus ingin mereformasi agar insan perhubungan memiliki kontribusi yang baik,” ujar Budi.
Ketika kinerja pelabuhan meningkat, kata Budi, volume ekspor akan naik.
“Kenaikan volume ekspor itu menunjukkan kinerja semuanya itu bekerja dengan baik, mereka benar-benar melakukan level of service yang maksimal,” katanya.
Menteri Budi menargetkan, tujuan pelabuhan bebas korupsi itu dapat terlaksana dalam 1-2 tahun.