İqbal Musyaffa
07 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
İqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengeluarkan data pada Selasa yang menunjukkan bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli terus tergerus menjadi USD118,3 miliar.
Jumlah tersebut lebih rendah dari posisi cadangan devisa pada Juni yang saat itu tercatat sebesar USD119,8 miliar.
Bahkan, bila dibandingkan posisi pada Januari, cadangan devisa akhir Juli tergerus dalam.
Pada akhir Juli, posisi cadangan devisa sebesar USD131,98 miliar. Cadangan devisa terus tergerus seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah.
Pada bulan Februari, cadangan devisa merosot menjadi USD128,06 miliar. Kemudian di bulan Maret menjadi USD126 miliar.
Selanjutnya, di bulan April kembali tergerus menjadi USD124,9 miliar. Terkurasnya devisa terus berlanjut pada bulan Mei menjadi USD122,9 miliar.
Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat mengatakan penurunan cadangan devisa pada Juli terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif,” jelas dia.
Posisi cadangan devisa pada bulan Juli setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
“Jumlah ini masih berada di atas standar kecukupan internasional yakni untuk tiga bulan ekspor,” ujar Arbonas.
Lebih lanjut, Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.