İqbal Musyaffa
06 Desember 2019•Update: 07 Desember 2019
JAKARTA
Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa pada akhir November sebesar USD126,6 miliar atau tidak banyak berubah dari posisi akhir Oktober yang sebesar USD126,7 miliar.
Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata dia dalam keterangan resmi, Jumat.
Junanto menjelaskan perkembangan cadangan devisa pada November 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penerimaan valas lainnya, dan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.
“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” lanjut Junanto.
Berikut data cadangan devisa Indonesia sejak Januari 2019:
- Januari USD120,1 miliar
- Februari USD123,3 miliar
- Maret USD124,5 miliar
- April USD124,3 miliar
- Mei USD120,3 miliar
- Juni USD123,8 miliar
- Juli USD125,9 miliar
- Agustus USD126,4 miliar
- September USD124,3 miliar
- Oktober USD126,7 miliar
- November USD126,6 miliar