Iqbal Musyaffa
08 Januari 2019•Update: 08 Januari 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa pada akhir Desember meningkat USD3,5 miliar dari posisi bulan sebelumnya menjadi USD120,7 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan peningkatan posisi cadangan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penerbitan global bonds, dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
“Posisi cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” jelas Agusman di Jakarta, Selasa.
Posisi tersebut, menurut dia, juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI menilai cadangan devisa mampu mendukung ketahanan sektor ekternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.
Sebagai informasi, posisi cadangan devisa Indonesia sejak awal tahun 2018 antara lain sebagai berikut.
Januari: USD131,98 miliar
Februari: USD128,06 miliar
Maret: USD126 miliar
April: USD124,9 miliar
Mei: USD122,9 miliar
Juni: USD119,8 miliar
Juli: USD118,3 miliar
Agustus: USD117,9 miliar
September: USD114,8 miliar
Oktober: USD115,2 miliar
November: USD117,2 miliar
Desember: USD120,7 miliar