Diyar Güldoğan
28 Juli 2026•Update: 28 Juli 2026
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa tiba di Siprus untuk menegaskan kembali komitmen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mendukung penyelesaian menyeluruh dan berkelanjutan atas sengketa Siprus yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
"Saya baru saja tiba di Siprus untuk menegaskan komitmen saya dalam mendukung komunitas-komunitas di Siprus dalam mencari penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan atas persoalan Siprus," tulis Guterres di platform media sosial X.
Ia menegaskan bahwa PBB "tidak dapat memaksakan perdamaian. Hanya rakyat Siprus, melalui para pemimpin mereka, yang dapat membangunnya."
Selama kunjungannya, Guterres dijadwalkan bertemu Presiden Republik Turki Siprus Utara (RTSU) Tufan Erhurman dan pemimpin pemerintahan Siprus Yunani Nikos Christodoulides.
Guterres juga dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan lainnya untuk membahas upaya memajukan proses perdamaian dan menjaga stabilitas di pulau tersebut, termasuk melalui peran Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Siprus (UNFICYP).
UNFICYP, yang merupakan salah satu misi penjaga perdamaian PBB dengan masa penugasan terlama, telah ditempatkan di Siprus sejak 1964.
Siprus telah lama dilanda sengketa antara komunitas Siprus Turki dan Siprus Yunani, meskipun PBB telah berulang kali memfasilitasi berbagai upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian yang menyeluruh.