28 Juli 2026•Update: 28 Juli 2026
Sebuah pameran karya seniman Turkiye Ahmet Yusuf Aygec yang memadukan pengalaman rakyat Palestina dengan puisi penyair nasional Palestina Mahmoud Darwish resmi dibuka di Museum Mahmoud Darwish, Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki. Pameran tersebut akan berlangsung hingga 2 Agustus.
Pameran bertajuk Posters to the Olive Tree in Exile menampilkan 20 karya yang dibuat menggunakan pensil warna dan pastel lembut.
Pameran dikuratori oleh Samed Karagoz dan didukung Kantor Badan Kerja Sama dan Koordinasi Turkiye (TIKA) di Palestina. Seluruh karya mengangkat tema penderitaan kemanusiaan, perlawanan, dan kehidupan sehari-hari rakyat Palestina melalui seni visual yang dipadukan dengan kutipan puisi Mahmoud Darwish.
Acara pembukaan dihadiri Menteri Kebudayaan Palestina Imad Hamdan, Wakil Konsul Jenderal Turkiye di Yerusalem Aleyna Karasac, perwakilan TIKA di Palestina, Institut Yunus Emre di Ramallah, serta sejumlah seniman Palestina.
Aygec tidak dapat menghadiri pembukaan pameran setelah Israel tidak memberinya visa untuk memasuki wilayah tersebut.
Hamdan mengatakan pameran itu memiliki makna penting karena menghidupkan puisi Mahmoud Darwish melalui karya seorang seniman asal Turkiye.
Menurutnya, poster-poster yang dipamerkan membawa "pesan perlawanan, penawanan, kesyahidan, dan keimanan" yang mencerminkan keterikatan rakyat Palestina dengan tanah air mereka "seperti pohon zaitun." Ia menambahkan bahwa setiap karya berupaya menyampaikan perjuangan Palestina kepada masyarakat internasional.
Menyinggung tidak hadirnya Aygec di Ramallah, Hamdan mengatakan Israel tidak menginginkan "seorang saksi" berdiri bersama rakyat Palestina di tanah mereka. Namun, menurutnya, pesan seniman tersebut tetap sampai ke Palestina melalui karya-karyanya.
Kurator Samed Karagoz mengatakan pameran itu terinspirasi dari tradisi poster Palestina pada era 1960-an dan 1970-an yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan seni grafis di Eropa. Ia menambahkan bahwa judul pameran diadaptasi dari ungkapan Mahmoud Darwish, "Letters to the Olive Tree in Exile."
Karagoz mengatakan Aygec menghabiskan sekitar satu tahun untuk menyelesaikan seluruh koleksi tersebut. Hampir seluruh karya, kecuali satu, memuat kutipan dari puisi, tulisan, atau pidato Mahmoud Darwish.
Ia menyebut penyelenggaraan pameran di Museum Mahmoud Darwish sebagai sebuah kebanggaan dan mengatakan menghadirkannya kepada masyarakat Palestina memiliki makna yang sangat mendalam.
Karagoz juga menceritakan berbagai kendala logistik dalam membawa pameran ke Ramallah. Demi menghindari risiko karya asli rusak atau disita, panitia semula mengirim cetakan edisi terbatas. Namun, kiriman tersebut tertahan di bea cukai dan dikembalikan dalam kondisi tidak dapat digunakan, sehingga seluruh karya akhirnya dicetak ulang di Ramallah dengan dukungan TIKA.
Karagoz, yang telah lama mengikuti perkembangan situasi di Palestina, mengatakan kehidupan sehari-hari di Tepi Barat kini semakin sulit akibat pengetatan pemeriksaan di pos-pos pemeriksaan serta kelangkaan bahan bakar yang membuat mobilitas warga menjadi sangat terbatas.
Pameran tersebut akan dibuka untuk umum di Museum Mahmoud Darwish, Ramallah, hingga 2 Agustus.