Muhammad Nazarudin Latief
19 Agustus 2021•Update: 19 Agustus 2021
JAKARTA
Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,50 persen, Kamis.
Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.
“Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Kamis, seusai Rapat Dewan Gubernur.
Menurut BI, ekonomi dunia diperkirakan akan membaik meski dibayangi dampak peningkatan kasus varian delta Covid-19.
Menurut BI, pada kuartal ketiga tahun ini pemulihan ekonomi nasional diperkirakan akan tertahan akibat kebijakan pembatasan mobilitas yang diterapkan pemerintah untuk mengendalikan penularan Covid-19 varian Delta.
Namun, pada Agustus aktivitas ekonomi mulai membaik, ujar BI.
“Pertumbuhan ekonomi 2021 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 3,5 persen - 4,3 persen,” ujar BI.
Sementara di tingkat global, kata BI, pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini di berbagai negara menunjukkan perbaikan didukung oleh vaksinasi dan stimulus kebijakan.
“Namun pada triwulan ketiga, perbaikan ekonomi di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang masih terbatas, seperti India dan kawasan ASEAN diprakirakan tertahan,” ujar BI.
Kuatnya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat, Eropa, dan China diperkirakan dapat menopang prospek perekonomian global.
“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi global 2021 diprakirakan sesuai dengan proyeksi sebelumnya sebesar 5,8 persen,” ujar BI.