Aysu Biçer
25 Agustus 2021•Update: 25 Agustus 2021
ANKARA
Platform reservasi akomodasi online Airbnb pada Selasa mengumumkan mereka akan menyediakan tempat tinggal sementara bagi 20.000 pengungsi Afghanistan di seluruh dunia.
"Saya harap ini menginspirasi para pemimpin bisnis lain untuk melakukan hal yang sama. Tidak ada waktu yang untuk disia-siakan," kata kepala eksekutif Brian Chesky dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan tersebut akan bekerja sama erat dengan lembaga dan mitra permukiman.
"Airbnb mendesak sesama anggota komunitas bisnis global untuk bergabung dalam upaya memberikan dukungan segera kepada para pengungsi Afghanistan," ujar Chesky.
Perusahaan itu mendirikan NGO sendiri, Airbnb.org, yang bertujuan untuk membantu orang yang ingin menawarkan bantuan perumahan dalam keadaan darurat bencana alam atau pun krisis kemanusiaan.
Selama akhir pekan terakhir ini, Airbnb.org bekerja dengan mitranya untuk menempatkan 165 pengungsi di perumahan yang aman tak lama setelah mendarat di AS, menurut pernyataan dari perusahaan itu.
Gerakan Taliban menguasai Afghanistan setelah mengambil ibu kota Kabul pada 15 Agustus, memaksa presiden Afghanistan dan pejabat tinggi lainnya meninggalkan negara itu.
Perebutan kekuasaan yang tak terduga memicu migrasi tak terkendali dari ibu kota, termasuk warga sipil yang membantu tentara atau kelompok asing yang takut akan pembalasan Taliban.