Iqbal Musyaffa
07 Februari 2020•Update: 09 Februari 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan ada potensi perbaikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020, sedikit membaik dari pertumbuhan pada 2019 yang cenderung melambat.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan BI bersama pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan pada sektor riil dengan harapan akan ada pertumbuhan investasi serta prospek ekonomi global yang membaik.
“Kita melihat ekonomi akan membaik di semester II yang akan mendorong ekspor kita sehingga cukup optimis akan ada perbaikan pertumbuhan,” kata Dody di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, keyakinan konsumen juga masih cukup positif hingga 6 bulan ke depan dengan ekspektasi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha yang tetap positif dengan indeks ekspektasi konsumen 133,7, sedikit lebih rendah dari indeks pada Desember sebesar 139,6.
Dody juga berharap masalah virus korona yang sudah tersebar secara global bisa cepat teratasi agar pertumbuhan ekonomi global bisa membaik.
Sementara itu, terkait pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,02 persen yang melambat dari 5,17 persen pada 2018, kata Dody, masih lebih banyak didorong oleh permintaan domestik.
“Kalau kita lihat angka konsumsi masih menjadi salah satu faktor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan relatif sama di 5,04 persen pada 2019 dibandingkan 5,05 persen pada 2018,” kata Dody.
Menurut dia, masih kuatnya konsumsi rumah tangga menunjukkan daya beli masih terjaga dengan tetap terjaganya konsumsi sehingga menjadi faktor utama ekonomi bisa tumbuh tetap di atas 5 persen.
Selain konsumsi, investasi bangunan juga masih tumbuh 9,1 persen pada 2019 walaupun sedikit melambat dari pertumbuhan 10,6 persen pada 2018. Pertumbuhan ini sangat terkait dengan adanya proyek strategis pemerintah.
Sebagai informasi, pemerintah dalam asumsi APBN 2020 menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2020 sebesar 5,3 persen.