Astudestra Ajengrastrı
27 April 2018•Update: 28 April 2018
Izzet Mazi
KILIS, Turki
Sejumlah keluarga Suriah yang terpaksa maninggalkan Afrin karena konflik yang melanda wilayah tersebut kini pulang ke rumah-rumah mereka dalam kelompok-kelompok kecil.
Kamis, satu kelompok yang beranggotakan 130 warga Suriah, termasuk anak-anak, mendaftarkan diri ke Kantor Migrasi Oncupinar di tenggara Provinsi Kilis, lapor koresponden Anadolu Agency di wilayah tersebut.
Mereka akan segera diangkut dengan sejumlah kendaraan untuk kembali ke rumah mereka setelah proses pendaftaran selesai, sebagai bagian dari Program Pengembalian Sukarela yang diluncurkan oleh pemerintahan Turki.
Seorang pria Suriah bernama Ate Abbas berbincang dengan Anadolu Agency di kantor migrasi menceritakan bahwa mereka harus mencari suaka ke Turki karena serangan dari kelompok teroris.
"Saya ingin berterima kasih kepada negara dan masyarakat Turki. Semoga Allah memberi kekuatan sehingga kami bisa membalas jasa-jasa Turki," ujar Abbas.
Warga lain bernama Zebo Zeybek berujar, keluarganya sangat bahagia karena kini mereka bisa kembali ke rumah mereka.
"Semoga Allah memberkati Turki, semoga Allah melindungi semua umat Muslim," kata Zeybek.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Pada 18 Maret, tentara Turki dan Free Syrian Army membebaskan kota Afrin pada hari ke-58 operasi.
Lebih dari 4.000 teroris telah diberangus sejak operasi ini dimulai.
Operasi Ranting Zaitun diluncurkan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak membela diri sesuai dengan piagam PBB, dan menghormati integritas teritorial Suriah.