Muhammad Abdullah Azzam
11 Maret 2020•Update: 11 Maret 2020
Meltem Bulur
MOSKOW
Sejumlah warga Rusia melakukan aksi protes guna menentang perubahan konstitusi yang memungkinkan Presiden Rusia Vladimir Putin dapat berkuasa setelah 2024.
Sekitar seratus orang berkumpul dan mengadakan demonstrasi di lapangan Patung St. Vladimir, yang terletak di depan Istana Kremlin.
Para demonstran berdiri di depan patung itu dan mengangkat spanduk secara bergiliran selama beberapa waktu untuk menghindari masalah regulasi Rusia, bila ada massa berkumpul dan mengadakan demonstrasi di depan publik harus mendapatkan izin dari pihak berwenang.
Para pengunjuk rasa menentang rancangan amandemen konstitusi dengan membuka spanduk yang bertuliskan "Tidak", "Menghapus pembatasan periode adalah kudeta negara", "Mengabaikan Rakyat".
Setelah beberapa saat melakukan aksi protes para demonstran pun membubarkan diri dengan tenang.
Menurut konstitusi Rusia saat ini, orang yang telah menjadi presiden selama dua periode berturut-turut tidak dapat mencalonkan untuk yang ketiga kalinya.
Hari ini majelis rendah Rusia di Duma mengabulkan rancangan perubahan konstitusi yang memungkinkan Putin terpilih kembali pada masa mendatang. Rancangan amandemen konstitusi ini akan merubah sistem politik Rusia.
Rancangan amandemen konstitusi akan ditentukan oleh publik melalui referendum yang akan diadakan pada 22 April setelah melewati proses persetujuan di parlemen.