Maria Elisa Hospita
03 Februari 2018•Update: 04 Februari 2018
Nour Abu Aisha
GAZA, Palestina
Ratusan warga Palestina pada Jumat menggelar demonstrasi di Gaza untuk menentang keputusan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan nama pimpinan Hamas, Ismail Haniyeh, dalam daftar hitam.
Aksi protes yang diselenggarakan berbagai faksi politik Palestina tersebut bergerak dari masjid-masjid di sepanjang wilayah pesisir yang diduduki.
Administrasi AS pada Rabu mengkategorikan Haniyeh sebagai "teroris global khusus" dan menjatuhkan sanksi finansial terhadapnya.
Haniyeh telah lantang menyuarakan kritik atas keputusan Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang kemudian memicu kecaman dan aksi protes di negara-negara Arab dan Muslim.
Para demonstran di Gaza juga mengecam keputusan AS yang menangguhkan bantuan keuangan sebesar USD65 juta atas Badan Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), yang menyediakan layanan bagi jutaan pengungsi Palestina yang tersebar di seluruh wilayah tersebut.
Di hadapan demonstran, juru bicara Hamas Samaan Atallah mengatakan: "Kami berharap negara Arab dan Muslim (Ummah) akan berdiri bersama rakyat Palestina dan membantu kami membebaskan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa!"
Emad al-Agha, pemimpin gerakan Fatah mengecam penetapan "status teroris" Haniyeh, dan mendesak warga Palestina untuk meningkatkan aksi protes mereka terhadap kebijakan AS tersebut.