Rıskı Ramadhan
04 Desember 2017•Update: 05 Desember 2017
CARACAS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan akan mencetak mata uang virtual untuk melawan "blokade keuangan" Washington.
Kepada stasiun televisi pemerintah, Maduro mengatakan mata uang tersebut akan diberi nama “Petro” dan akan didukung oleh cadangan minyak, emas dan pertambangan Venezuela.
“Ini akan membawa kita maju ke bentuk baru keuangan internasional, untuk pembangunan ekonomi dan sosial negara kita,” kata Maduro.
Namun Maduro tidak memberikan rincian mengenai nilai dan waktu akan dicetaknya mata uang baru tersebut.
Anggota parlemen oposisi mengkritik rencana itu dan menyatakan Petro harus mendapat dukungan dari Kongres.
Nicolas Maduro bulan lalu menyatakan bahwa negaranya akan melakukan restrukturisasi hutang luar negeri, yang nilainya lebih dari 120 miliar dolar.
Perekonomian Venezuela merosot 35 persen sejak 2014. Kemunduran ini dilaporkan lebih besar daripada yang dialami AS saat krisis ekonomi besar pada 1929.
Pemerintahan Maduro mengalami dilema antara harus membayar hutang kepada lembaga kredit asing atau membantu masyarakat Venezuela yang mengalami masalah akses makanan dan obat-obatan akibat inflasi yang mencapai angka 3 digit.