UNICEF ingatkan lonjakan korban anak di tengah konflik Timur Tengah
UNICEF menyebut anak-anak menjadi korban terbesar dalam eskalasi konflik di Timur Tengah
WASHINGTON
Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperingatkan bahwa anak-anak di kawasan Timur Tengah kini menanggung dampak yang semakin berat akibat konflik yang terus meningkat antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pejabat senior UNICEF Ted Chaiban pada Senin (24/3) menyatakan bahwa sejak konflik meningkat dalam beberapa pekan terakhir, anak-anak di berbagai negara di kawasan tersebut menghadapi konsekuensi yang sangat memprihatinkan.
Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 2.100 anak telah tewas atau terluka, termasuk 206 anak di Iran dan 118 anak di Lebanon.
Menurut Chaiban, jika konflik berkembang menjadi lebih luas atau berlangsung lebih lama, dampaknya akan menjadi bencana bagi jutaan anak lainnya.
Selain korban jiwa, UNICEF juga menyoroti meningkatnya jumlah pengungsi akibat serangan yang terus berlangsung dan perintah evakuasi di sejumlah negara.
Di Iran, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) memperkirakan hingga 3,2 juta orang telah mengungsi, termasuk sekitar 864.000 anak.
UNICEF menyerukan tiga langkah mendesak, yakni penghentian permusuhan, perlindungan terhadap warga sipil, serta perlindungan infrastruktur sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Konflik di kawasan terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
