Dunia

Citra satelit ungkap serangan Iran ke fasilitas radar AS di Timur Tengah

Sistem pertahanan rudal disebut menjadi “sebagian buta” akibat kerusakan radar

19.03.2026 - Update : 19.03.2026
Citra satelit ungkap serangan Iran ke fasilitas radar AS di Timur Tengah

ANKARA

Sedikitnya 10 fasilitas radar milik Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah terkena serangan balasan Iran, berdasarkan analisis citra satelit dan video terverifikasi.

Laporan ABC News menyebutkan bahwa Iran dan kelompok yang didukungnya menargetkan infrastruktur pertahanan rudal yang menjadi tulang punggung sistem peringatan dini milik AS dan sekutunya di kawasan.

Berdasarkan citra satelit, sejak eskalasi meningkat pada 28 Februari, sedikitnya 10 fasilitas radar telah diserang menggunakan drone dan rudal milik Iran.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada sistem radar bernilai ratusan juta dolar yang menggunakan komponen langka, meski tingkat kerusakan secara pasti belum dapat diverifikasi karena keterbatasan akses data.

Selain itu, laporan tersebut juga mengonfirmasi sedikitnya 25 lokasi di pangkalan militer AS di Timur Tengah turut menjadi sasaran, termasuk fasilitas logistik, hanggar, dan area penyimpanan bahan bakar.

Iran disebut menargetkan sistem radar di sedikitnya lima negara, termasuk komponen radar AN/TPY-2 yang mendukung sistem pertahanan rudal THAAD.

Para ahli menilai kerusakan pada radar tersebut tidak sepenuhnya melumpuhkan sistem pertahanan rudal, namun dapat membuatnya “sebagian buta” sehingga melemahkan kemampuan peringatan dini dan respons.

Laporan itu juga menyoroti bahwa sistem radar merupakan aset berbiaya tinggi, sensitif, dan relatif rentan, sehingga menjadi target prioritas dalam strategi serangan Iran.

Sementara itu, serangan balasan Iran juga berdampak di Israel. Layanan darurat Magen David Adom melaporkan serpihan rudal jatuh di sejumlah wilayah.

Salah satu serpihan rudal dari sistem multi-hulu ledak dilaporkan menghantam bangunan delapan lantai di Tel Aviv dan menyebabkan kerusakan besar.

Serangan yang sama juga menewaskan seorang pekerja asing berusia sekitar 30 tahun di wilayah Sharon setelah serpihan rudal menghantam sebuah bangunan sementara.

Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di sejumlah wilayah Israel tengah, termasuk Tel Aviv dan kota Arab Jaljulia, di mana sebuah bangunan turut mengalami kerusakan.

Di sisi lain, Iran juga mengumumkan gelombang serangan baru yang menargetkan fasilitas energi di negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah bagi operasi militer AS.

Televisi pemerintah Iran menyatakan serangan tersebut ditujukan pada fasilitas energi di negara-negara pesisir Teluk Persia yang disebut mendukung serangan terhadap Iran.

Gelombang serangan terbaru itu dilaporkan terjadi setelah pertemuan negara-negara kawasan di Riyadh, Arab Saudi, yang membahas perkembangan situasi terkini.

Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari, di tengah berlangsungnya perundingan antara Teheran dan Washington.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke berbagai target di Israel serta negara-negara kawasan yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Menurut pejabat Iran, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 1.300 orang dan melukai lebih dari 17.000 lainnya, termasuk sejumlah pejabat tinggi dan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın