Dunia

Zelenskyy sebut konflik Timur Tengah pengaruhi pasokan senjata Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan negaranya menghadapi kekurangan rudal akibat konflik di Timur Tengah

Burc Eruygur  | 18.03.2026 - Update : 19.03.2026
Zelenskyy sebut konflik Timur Tengah pengaruhi pasokan senjata Ukraina

ISTANBUL

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan negaranya menghadapi kekurangan rudal akibat dampak konflik yang terus meningkat di Timur Tengah, yang turut memengaruhi pasokan persenjataan global.

Dalam wawancara dengan BBC pada Rabu, Zelenskyy mengaku memiliki kekhawatiran besar terhadap dampak perang di Timur Tengah terhadap konflik Rusia-Ukraina yang telah memasuki tahun kelima.

Ia mengatakan perundingan damai terus tertunda karena situasi di kawasan tersebut, sementara kondisi ini dinilai menguntungkan Rusia.

Zelenskyy juga menyoroti potensi kekurangan sistem pertahanan udara, khususnya rudal Patriot.

“Selain kenaikan harga energi, situasi ini berarti menipisnya cadangan Amerika Serikat dan kapasitas produksi industri pertahanan. Jadi kami mengalami penurunan sumber daya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Ukraina “pasti” akan mengalami kekurangan rudal Patriot dan menyebut hal tersebut sebagai tantangan besar.

Menurut Zelenskyy, persoalan utama adalah kapan seluruh persediaan rudal di Timur Tengah akan habis.

Ia juga menjelaskan bahwa produksi rudal Amerika Serikat berkisar 60 hingga 65 unit per bulan atau sekitar 700 hingga 800 rudal per tahun.

Namun, pada hari pertama konflik di Timur Tengah, sekitar 803 rudal telah digunakan.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Zelenskyy juga menyinggung sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perang Rusia-Ukraina, dengan menyatakan bahwa Trump cenderung tidak memihak agar tidak memicu ketegangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Selain itu, ia mendorong agar hubungan antara Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer diperkuat melalui pertemuan guna menyamakan posisi dalam menghadapi konflik.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın