Politik, Dunia

Uni Eropa Kritik Penangkapan Maduro, Tegaskan Prinsip Kedaulatan Harus Dijaga

Uni Eropa menekankan pentingnya mencegah eskalasi dan mendorong penyelesaian damai atas krisis yang sedang berlangsung

Ilayda Cakirtekin  | 06.01.2026 - Update : 07.01.2026
Uni Eropa Kritik Penangkapan Maduro, Tegaskan Prinsip Kedaulatan Harus Dijaga

ISTANBUL

Sebanyak 26 negara anggota Uni Eropa pada Minggu malam menyerukan ketenangan dan penghormatan terhadap hukum internasional menyusul operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Hongaria menjadi satu-satunya negara anggota yang tidak ikut mendukung pernyataan bersama tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, UE menekankan pentingnya mencegah eskalasi dan mendorong penyelesaian damai atas krisis yang sedang berlangsung. “Prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi dalam situasi apa pun,” tulis pernyataan itu.

Pernyataan tersebut juga mengingatkan bahwa anggota Dewan Keamanan PBB memiliki “tanggung jawab khusus” untuk mempertahankan hukum internasional sebagai pilar arsitektur keamanan global.

UE kembali menegaskan posisinya bahwa Nicolas Maduro “tidak memiliki legitimasi sebagai presiden yang terpilih secara demokratis,” dan menyerukan transisi damai yang dipimpin rakyat Venezuela, dengan penghormatan terhadap kedaulatan negara tersebut. “Hak rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan mereka harus dihormati,” tegas pernyataan itu.

UE juga menekankan perlunya penanganan kejahatan lintas negara dan perdagangan narkoba melalui kerja sama yang berkelanjutan, “dengan tetap menghormati hukum internasional serta prinsip integritas teritorial dan kedaulatan.”

Blok tersebut menyatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Amerika Serikat, mitra regional, dan komunitas internasional untuk memfasilitasi dialog menuju solusi yang “demokratis, inklusif, dan damai” yang dipimpin oleh rakyat Venezuela.

Pernyataan itu turut menyerukan pembebasan semua tahanan politik di Venezuela dan menyebut otoritas konsuler negara-negara anggota UE bekerja sama untuk memastikan keselamatan warga UE, termasuk mereka yang disebut ditahan secara ilegal di Venezuela.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa operasi militer AS telah menangkap Maduro dan istrinya Cilia Flores. Keduanya kini ditahan di pusat penahanan di Brooklyn, New York, menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang dikategorikan sebagai organisasi teroris.

Maduro membantah tuduhan tersebut, sementara pemerintah di Caracas mendesak pembebasan pasangan itu.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın