Dunia

Ukraina dorong penyelesaian damai, Zelenskyy siap temui Putin

Ukraina dan Rusia dijadwalkan kembali menggelar pertemuan lanjutan pada awal Februari di bawah mediasi Amerika Serikat

Burc Eruygur, Muhammad Abdullah Azzam  | 28.01.2026 - Update : 28.01.2026
Ukraina dorong penyelesaian damai, Zelenskyy siap temui Putin Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

ISTANBUL

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapan untuk bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas isu-isu paling sensitif dalam rencana perdamaian 20 poin yang ditujukan untuk mengakhiri perang hampir empat tahun antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha dalam wawancara dengan surat kabar daring European Pravda yang dipublikasikan Selasa (28/1). Sybiha mengatakan Ukraina ingin menandatangani rencana perdamaian yang telah dibahas sejak November tahun lalu, sepanjang kesepakatan itu dapat dicapai.

Menurut Sybiha, dua isu paling sensitif yang hingga kini belum terselesaikan adalah persoalan wilayah serta pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.

“Justru untuk menyelesaikan persoalan-persoalan inilah presiden siap bertemu dengan Putin dan membahasnya secara langsung,” kata Sybiha.

Ia menambahkan tidak melihat perlunya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, karena pembentukan jalur perundingan tambahan dinilai tidak tepat waktu dan tidak diperlukan. Sybiha menegaskan bahwa sudah ada tim perunding resmi yang melibatkan perwakilan Kementerian Luar Negeri Ukraina.

Menanggapi perundingan antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pekan lalu, Sybiha mengatakan terdapat kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik, sehingga memungkinkan berlangsungnya pertemuan trilateral tersebut.

Ia mengonfirmasi bahwa pembicaraan bilateral juga dilakukan di Abu Dhabi dan menggambarkannya sebagai perundingan yang sangat kompleks, namun berlangsung secara terfokus.

Selain itu, Sybiha menyebut terdapat jalur negosiasi terpisah yang melibatkan perwakilan militer dari kedua pihak. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, dibahas secara substansial parameter gencatan senjata, termasuk mekanisme pemantauan dan verifikasi penghentian permusuhan.

Sybiha juga menjelaskan bahwa dokumen kerangka kerja 20 poin yang sedang dibahas merupakan kesepakatan bilateral antara Amerika Serikat dan Ukraina. Sementara itu, Amerika Serikat juga akan menandatangani kesepakatan terpisah dengan Rusia.

“Struktur inilah yang saat ini sedang dibahas, namun negosiasi masih terus berjalan. Ini adalah sebuah proses,” ujarnya.

Pada Senin (27/1), Zelenskyy dalam pidato malamnya menyatakan bahwa pembahasan awal tengah dilakukan untuk pertemuan lanjutan antara delegasi Ukraina dan Rusia, yang diperkirakan akan digelar pada 1 Februari.

Di hari yang sama, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan putaran berikutnya perundingan perdamaian Rusia–Ukraina yang dimediasi Amerika Serikat direncanakan berlangsung pekan depan di Abu Dhabi, meskipun tanpa menyebutkan tanggal pasti.

Rusia dan Ukraina sebelumnya menggelar konsultasi selama dua hari pada 23–24 Januari di Abu Dhabi dengan partisipasi Amerika Serikat. Kyiv dan Washington menyebut perundingan tersebut berlangsung konstruktif, sementara Peskov menyatakan bahwa meskipun pembicaraan dimulai secara positif, masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan.

Sementara itu, Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff pada Kamis lalu di Davos, Swiss, mengatakan bahwa banyak kemajuan telah dicapai dalam perundingan perdamaian Rusia–Ukraina dan bahwa negosiasi kini menyisakan satu isu terakhir.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın