Chandni
18 April 2018•Update: 18 April 2018
Omer Aydin
STRASBOURG
Warga Suriah memiliki hak untuk menetapkan masa depan sendiri, kata kepala urusan luar negeri Uni Eropa (UE) pada Selasa.
Di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, Federica Mogherini mengatakan: "Masa depan Suriah berada di tangan penduduk Suriah, dan bukan orang lain."
Dia menambahkan "solusi yang paling mungkin, praktis, dan berkepanjangan" untuk perang Suriah adalah solusi politik.
"Kami tidak ragu mengenai ini: tidak ada solusi militer untuk perang itu; satu-satunya cara adalah melalui rapat inter-Suriah di Jenewa, melibatkan pihak-pihak Suriah, di bawah pengawasan PBB," jelasnya.
Mogherini juga mengatakan bahkan bila Suriah tidak lagi mendominasi halaman depan berita, dunia harus ingat bahwa perang belum berakhir.
"Pekan depan, semua pemain-pemain internasional dan regional akan berkumpul untuk pertemuan Brussel ke dua untuk mendukung masa depan Suriah dan kawasan sekitar," terangnya, menambahkan bahwa pertemuan itu akan dihadiri lebih dari 80 delegasi.
Pada sesi parlemen itu, beberapa anggota mengkritik serangan udara yang dilakukan AS, Inggris, dan Prancis terhadap gudang senjata kimia rezim Assad, dan mengatakan serangan itu meningkatkan ketegangan di Suriah.
Serangan itu sebagai balasan terhadap serangan senjata kimia rezim Assad di Douma, Ghouta Timur yang membunuh 78 warga dan melukai ratusan lainnya.